Minimal Usia Pernikahan Jadi 19 Tahun

minimal usia pernikahan jadi 19 tahun

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) formal mengesahkan revisi Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 perihal Perkawinan didalam rapat paripurna ke-8 Tahun sidang 2019-2020. Kini minimal usia pernikahan jadi 19 tahun menjadi perubahan yang cukup baik.

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Totok Daryanto menyampaikan laporan atas kesepakatan DPR dan pemerintah tentang batas usia sedikitnya perkawinan kini menjadi 19 tahun baik laki-laki rela pun perempuan. Sebelumnya, batas usia sedikitnya laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

Terkait bersama dengan hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengaku amat mengapresiasi ketentuan tersebut. Disahkannya UU perihal Perkawinan itu pun menjadi bukti keseriusan pemerintah didalam mengentaskan pernikahan dini yang dianggap berisiko. Dirinya pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu revisi UU perkawinan ini.

Kabar tersebut menjadi kebahagiaan bagi bangsa Indonesia. Mereka yang menolak pernikahan dini tentu mengapresiasi langkah ini. Terlebih, alasan pergantian batas usia dini menjadi 19 tahun dianggap sebagai upaya untuk menghentikan segi risiko, terasa berasal dari ibu hamil meninggal hingga tindakan aborsi.

Meski begitu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki standar sendiri perihal batas usia menikah. Hal ini disampaikan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, pihaknya senantiasa pada statement bahwa batas usia menikah laki-laki adalah 25 tahun dan perempuan 21 tahun.

BKKBN Punya Standar Sendiri Untuk Setiap Pernikahan

“Kami menjunjung apa yang diputuskan DPR bersama dengan batas usia menikah 19 tahun. Tapi, kecuali kami rela kampanye batas usia menikah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, ya, enggak apa-apa to? Enggak agen bola melanggar undang-undang to?” ungkap Hasto seusai acara Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran (Koren) II Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Tahun Anggaran 2020 di Mercure Grand Mirama Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/9/2019).

Bahkan Hasto menegaskan, apa yang disepakati BKKBN jauh di atas UU sekarang. Hal ini dianggapnya baik sehingga ke depan UU dapat lebih memertimbangkan batas usia menikah berdasarkan usia biologis yang ideal. Benar jika minimal usia pernikahan jadi 19 tahun sangatlah baik.

Itu termasuk yang menjadi alasan kenapa BKKBN mengampanyekan batas usia menikah di atas 20 tahun, bersama dengan detil perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Di usia tersebut, tegas Hasto, tubuh biologis manusia sudah maksimal dan diinginkan dapat meminimalisir risiko, layaknya tidak benar satunya ialah kanker serviks.

Hasto menambahkan, pihaknya tidak dambakan berdebat perihal hal ini karena ‘pakem’ yang digunakan sebagai rujukan kampanye ini adalah segi usia biologis, bukan usia psikologis atau usia sosiologis.