Penangkapan Penyelundupan Baby Lobster Palembang

penangkapan penyelundupan Baby Lobster Palembang

Bea Cukai Palembang mengadakan luncurkan keberhasilan menggagalkan penyelundupan 65. 000 benih/ baby lobster sebagian waktu kemudian yang di selundupkan dalam 2 koper serta hendak di membawa ke Singapore lewat handcarry di Halte Keberangkatan Lapangan terbang Sultan Mahmud Badaruddin 2 Palembang. Memang penangkapan penyelundupan Baby Lobster Palembang.

Bersama benih lobster, ikut di amankan 2 WNI terdakwa bernama samaran KAR serta ASP yang melanggar pasal 102A peraturan Undang Undang Kepabeanan No 17 tahun 2006 tentang penyelundupan di bidang Ekspor. Ada pula Nilai Kemampuan Kerugian Negeri yang sukses di amankan senilai Rp10 miliyar.

Plt. Kakanwil Bea Cukai Sumbagtim, Dwijo Muryono, menarangkan penindakan ini dicoba atas dasar pemberlakuan larangan ekspor benih lobster. Ini bagaikan upaya pemerintah lewat Bea Cukai melindungi keberlanjutan stok keberagaman makhluk hidup di kawasan perairan nasional.

“ Dan tingkatkan nilai tambah ekonomi lewat nilai ekspor lobster berusia yang jauh lebih besar. Tidak hanya itu, apabila dicoba eksploitasi selalu, dikhawatirkan lobster dapat punah dari perairan Indonesia,” ungkap Dwijo.

Dijelaskannya, benih lobster tercantum dalam tipe hasil laut yang dilarang penangkapannya bersumber pada Peraturan Menteri Kelautan serta Perikanan no 56/ PERMEN- KP/ 2016 tentang larangan penangkapan serta ataupun pengeluaran lobster( Panulirus), kepiting( Scylla), serta rajungan( Portunus pelagicus)

Sedangkan itu, Kepala Kantor Bea Cukai Palembang, Meidy Kassim, meningkatkan grupnya hendak deposit bandar judi terus menjadi tingkatkan pengawasan terhadap penyelundupan benih lobster di Lapangan terbang. Jadi penangkapan penyelundupan Baby Lobster Palembang berhasil diungkap.

Pada peluang yang sama, benih lobster yang sukses di tegah langsung diserah terimakan ke perwakilan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Kualitas serta Keamanan Hasil Perikanan Palembang buat diamankan.